Halaqah50 - Beriman Kepada Hari Akhir Mizan (Timbangan) dan Penimbangan Amal bagian 1 Diantara beriman kepada hari akhir, adalah beriman dengan adanya mizan dan penimbangan amal. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman: وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ Diantaraberiman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. Amalan-amalan malaikat; √ Ada yang berupa ibadah. √ Ada yang berupa tugas; • √ Tugas yang berkaitan dengan alam semesta • √ Tugas yang berkaitan dengan manusia. Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah menciptakan malaikat dan Halaqahyang ke-12 dari Silsilah 'Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah "Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian Yang Pertama" Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. Amalan-amalan malaikat; - Ada yang berupa ibadah - Ada yang berupa tugas, yang berkaitan dengan alam semesta dan ada yang berupa tugas yang berkaitan dengan manusia Halaqah13 - Beriman Dengan Malaikat Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat - Bagian 2 Diantara orang-orang yang malaikat do'akan secara khusus adalah: Orang yang shalat di shaf-shaf yang pertama ketika shalat berjama'ah Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصِلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الأُولَ "Sesungguhnya Allah Halaqah yang ke-12 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Para Malaikat adalah tentang Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 01 Dari 12. 📙 Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. 📘 Amalan-amalan malaikat : Ada yang berupa ibadah BerimanDengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-12 dari Silsilah 'Ilmiyyah Beriman Dengan . السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-12 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1”. Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. Amalan-amalan malaikat; √ Ada yang berupa ibadah √ Ada yang berupa tugas; • √ Tugas yang berkaitan dengan alam semesta • √ Tugas yang berkaitan dengan manusia Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan malaikat dan menjadikan mereka beribadah dengan ibadah-ibadah yang agung. Mereka adalah hamba-hamba Allāh yang dimuliakan. Di antara bentuk ibadah mereka; ● ⑴ TASBĪH Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan para malaikat ketika Allāh menciptakan Ādam. Mereka mengatakan وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ “Sedangkan kami bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu.” Al-Baqarah 30 Dan mereka bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu. Allāh berfirman فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩ “Seandainya mereka sombong maka sesungguhnya malaikat-malaikat yang berada di sisi Rabbmu bertasbih untuknya siang dan malam dan mereka tidak jemu.” Fushshilat 38 Di dalam hadīts, Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam ditanya tentang ucapan apa yang paling baik. Beliau bersabda مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبَحِمْدِهِ “Yang paling baik adalah ucapan yang Allāh pilih untuk para malaikatNya atau hamba-hambaNya yaitu ucapan Subhānallāhi wa bihamdih’.” HR. Muslim IV/209, Makna tasbīh adalah ◆ Mensucikan Allāh dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi Allāh. Dan, ◆ Menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allāh. Yang kedua, diantara ibadah para malaikat adalah; ● ⑵ MENDO’AKAN Para malaikat secara umum mereka mendo’akan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allāh هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا “Dialah Allāh yang menguji kalian dan demikian malaikatNya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.” Al-Ahzāb 43 Dan mendo’akan secara khusus bagi orang-orang yang beriman yang melakukan amal shālih tertentu, di antaranya adalah; •⑴ Do’a mereka untuk pengajar agama. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ “Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sampai semut-semut di sarangnya dan ikan-ikan sungguh-sungguh mendo’akan kebaikan bagi seorang yang mengajarkan manusia kebaikan.” Hadīts hasan riwayat Tirmidzi IV/154 • ⑵ Mereka juga mendo’akan untuk orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang duduk di masjid setelah shalat. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Bukhāri I/171 no. 434 dan Muslim I/449-450 الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ تَقوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ “Para malaikat mendo’akan kebaikan untuk salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia belum berhadats. Malaikat berkata Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’.” Di dalam riwayat Muslim, Beliau mengatakan لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ “Senantiasa seorang hamba di dalam shalat selama dia berada di tempat shalat menunggu didirikannya shalat dan malaikat berkata Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’, sehingga dia pergi atau berhadats. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah Home Beriman Kepada Malaikat Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. Amalan-amalan malaikat√ Ada yang berupa ibadah√ Ada yang berupa tugas• Tugas yang berkaitan dengan alam semesta• Tugas yang berkaitan dengan manusia Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan malaikat dan menjadikan mereka beribadah dengan ibadah-ibadah yang agung. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Di antara bentuk ibadah mereka1. TasbihAllah Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan para malaikat ketika Allah menciptakan mengatakan, وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ “Sedangkan kami bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu.” Al-Baqarah 30 Dan mereka bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu. Allah berfirman, فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩ “Seandainya mereka sombong maka sesungguhnya malaikat-malaikat yang berada di sisi Rabb-mu bertasbih untuknya siang dan malam dan mereka tidak jemu.” Fushshilat 38 Di dalam hadits, Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam ditanya tentang ucapan apa yang paling baik. Beliau bersabda, مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبَحِمْدِهِ “Yang paling baik adalah ucapan yang Allah pilih untuk para malaikat-Nya atau hamba-hamba-Nya yaitu ucapan Subhānallāhi wa bihamdih’.” HR. Muslim Makna tasbih adalah◆ Menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi Menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allah. Yang kedua, diantara ibadah para malaikat adalah2. Mendo’akanPara malaikat secara umum mereka mendo’akan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah, هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا “Dialah Allah yang memuji kalian dan demikian malaikat-Nya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allah sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.” Al-Ahzab 43 Dan mendo’akan secara khusus bagi orang-orang yang beriman yang melakukan amal shalih tertentu, diantaranya adalah1. Do’a mereka untuk pengajar shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi sampai semut-semut di sarangnya dan ikan-ikan sungguh-sungguh mendo’akan kebaikan bagi seorang yang mengajarkan manusia kebaikan.” Hadits hasan riwayat Tirmidzi2. Mereka juga mendo’akan untuk orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang duduk di masjid setelah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ تَقوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ “Para malaikat mendo’akan kebaikan untuk salah seorang diantara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia belum berhadats. Malaikat berkata Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’.” Di dalam riwayat Muslim, Beliau mengatakan, لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ “Senantiasa seorang hamba di dalam shalat selama dia berada di tempat shalat menunggu didirikannya shalat dan malaikat berkata Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’, sehingga dia pergi atau berhadats.”***[Disalin dari materi Halakah Silsilah Ilmiah HSI Abdullah Roy Bab Beriman Kepada Malaikat] 👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Malaikat السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-13 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2”. Diantara orang-orang yang malaikat do’akan secara khusus adalah ⑴ Orang yang shalat di shaf-shaf yang pertama ketika shalat berjama’ah. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصِلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الأُولَ “Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf-shaf yang pertama”. Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd I/178 no. 664, An-Nasā’i II/90, dan Ibnu Mājah I/318 no. 997 Dan mereka mendoakan untuk, ⑵ Orang-orang yang menyambung shaf dan menutupi celah-celah yang ada diantara shaf. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَن سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَة “Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang menyambung shaf. Dan barang siapa yang menutupi satu celah dalam shaf, maka Allāh akan mengangkatnya dengan satu derajat.” Hadits shahīh riwayat Ibnu Mājah I/318 no. 995 Mereka juga mendoakan untuk, ⑶ Orang yang bershalawat atas Nabi shallallāhu alayhi wa sallam. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيَّ إِلا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلائِكَةُ مَا صَلَّى عَلَيَّ ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ “Tidak ada seorang Muslim yang bershalawat kepadaku, kecuali malaikat akan bershalawat untuknya selama dia masih bershalawat kepadaku. Maka hendaklah seorang hamba mempersedikit shalawat kepadaku atau memperbanyak.” Hadits hasan riwayat Ibnu Mājah I/294 no. 907 Para malaikat juga mendoakan bagi, ⑷ Orang yang berinfaq fī sabīlillāh. Di dalam sebuah hadits Nabi shallallāhu alayhi wa sallam bersabda مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا “Tidak ada satu hari dimana para hamba memasuki waktu pagi, kecuali turun dua malaikat. Berkata salah satunya, “Yā Allāh, berilah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan berkata yang lain, “Yā Allāh, berilah kehancuran bagi orang yang menahan”, yaitu menahan diri dari infaq yang disyari’atkan.” HR. Bukhāri III/304, no. 1442 dan Muslim II/700 no. 1010 Para ulama mengatakan “Do’a dengan diganti disini mencakup infaq dalam keta’atan yang wajib maupun yang sunnah, nafkah untuk keluarga, jamuan untuk tamu, dan yang semisalnya.” Mereka para malaikat juga mendoakan bagi, ⑸ Orang-orang yang sahur. Di dalam sebuah hadīts, Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِين “Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang orang yang sahur”. Hadits hasan riwayat Thabrāni di dalam Al-Ausath dan juga Ibnu Hibban dalam Al Mawaarid 880 Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Malaikat السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian ke-4”. Selain mendo’akan dengan kebaikan, malaikat juga mendo’akan kejelekan bagi orang-orang tertentu dengan perintah dari Allāh. ⑴ Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang meninggal dalam keadaan kāfir. Allāh berfirman, إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ “Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kāfir atas mereka laknat Allāh, para malaikat dan manusia semuanya.” Al-Baqarah 161 ⑵ Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang berbuat bid’ah di kota Madinah atau melindunginya. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, مدينة حرم من كذا إلى كذا، لا يقطع شجرها ، ولا يحدث فيها حدث ، من أحدث فيها حدثا فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين “Madinah adalah tanah Haram dari sini ke sini, tidak dipotong pohonnya dan tidak boleh membuat bid’ah di dalamnya. Barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia.” HR Bukhāri II/661 No. 1768 bab fadhlul Madinah dan Muslim no. 1366 Dalam Shahīh Muslim no. 1371 dari hadīts Abū Hurairah radhiyallāhu anhu, Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda فمن أحدث فيها حدثاً أو آوى محدثاً فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين “Maka barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah maka atasnya laknat Allāh, malaikat dan seluruh manusia.” ⑶ Mereka mendo’akan laknat atas orang yang mencela para shahābat Nabi shallallāhu alayhi wa sallam. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda من سب اصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين “Barangsiapa yang mencela para shahābatku maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia.” Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Ath-Thabrāniy di dalam Al-Mu’jamul Kabīr XII/142, ⑷ Malaikat mendo’akan laknat bagi orang yang mengacungkan senjata kepada saudaranya se-Islam. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda من أشار إلى أخيه بحديدة فإن الملائكة تلعنه حتى وإن كان أخاه لأبيه وأمه “Barangsiapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya maka para malaikat melaknatnya sampai meskipun orang tersebut adalah saudaranya sebapak dan seibu.” HR Muslim IV/2020, kitab al birr wash shilah ⑸ Malaikat melaknat wanita yang enggan memenuhi hajat suaminya. Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح “Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian istri tersebut enggan, kemudian suaminya bermalam dalam keadaan marah maka malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi.” HR Bukhāri IV/1994, dan Muslim ⇒ Yang dimaksud laknat malaikat di dalam dalil-dalil di atas adalah do’a malaikat kepada Allāh supaya Allāh menjauhkan orang tersebut dari rahmat Allāh. ⑹ Dan telah berlalu do’a jelek malaikat atas orang yang menahan dari berinfaq, yaitu menahan dari infaq yang diwajibkan atasnya. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين ☪ Halaqah yang ke-12 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Para Malaikat adalah tentang Beriman Dengan Amalan-Amalan Malaikat Bagian 01 Dari 12. 📙 Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allah adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui. 📘 Amalan-amalan malaikat ✅ Ada yang berupa ibadah✅ Ada yang berupa tugas, ➡ yang berkaitan dengan alam semesta dan ada yang berupa tugas yang berkaitan dengan manusia 📙 Allah Subhānahu wa Ta’ala telah menciptakan malaikat dan menjadikan mereka beribadah dengan ibadah-ibadah yang agung. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Diantara ibadah malaikat adalah 1. TASBIH Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menceritakan tentang ucapan para malaikat ketika Allāh menciptakan Adam. Mereka mengatakan وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ “Sedangkan kami bertasbih dengan memujiMu dan mensucikan-Mu.” Al-Baqarah 30 Dan mereka bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu. Allah berfirman فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩ “Seandainya mereka sombong maka sesungguhnya malaikat-malaikat yang berada di sisi Rabbmu bertasbih untuknya siang dan malam dan mereka tidak jemu.” Fushshilat 38 Di dalam hadits, Rasulullah ﷺ ditanya tentang ucapan apa yang paling baik. Beliau bersabda مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبَحِمْدِهِ “Yang paling baik adalah ucapan yang Allah pilih untuk para malaikatNya atau hamba-hambaNya yaitu ucapan Subhanallahi wa bihamdih.” HR. Muslim IV/209, 📝 Makna tasbīh adalah ✅ Mensucikan Allāh dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi Allāh, dan✅ Menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allah. Yang kedua, diantara ibadah para malaikat adalah; 2. MENDO’AKAN Para malaikat secara umum mereka mendo’akan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا “Dialah Allah yang menguji kalian dan demikian malaikatNya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.” Al-Ahzāb 43 📙 Dan mendo’akan secara khusus bagi orang-orang yang beriman yang melakukan amal shālih tertentu, di antaranya adalah ☑ Do’a mereka untuk pengajar agama. Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sampai semut-semut di sarangnya dan ikan-ikan sungguh-sungguh mendo’akan kebaikan bagi seorang yang mengajarkan manusia kebaikan.” Hadīts hasan riwayat Tirmidzi IV/154 ☑ Mereka juga mendo’akan untuk orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang duduk di masjid setelah shalat. Rasulullah ﷺ bersabda di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhāri I/171 no. 434 dan Muslim I/449-450 الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ تَقوْلُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ “Para malaikat mendo’akan kebaikan untuk salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia belum berhadats. Malaikat berkata Yaa Allah, ampunilah dia. Yaa Allah rahmatilah dia” Di dalam riwayat Muslim, Beliau ﷺ mengatakan لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ “Senantiasa seorang hamba di dalam shalat selama dia berada di tempat shalat menunggu didirikannya shalat dan malaikat berkata Yaa Allah, ampunilah dia. Yaa Allah rahmatilah dia’, sehingga dia pergi atau berhadats.” Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وبا لله التوفيق والهدايةو السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Saudaramu,Abdullāh RoyDi Kota Al Madīnah السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-21 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian Yang Kesepuluh”. Diantara amalan malaikat yang kita diperintahkan untuk beriman dengannya adalah amalan mereka yang berkaitan dengan manusia; ⑴ Mulai dari awal penciptaan manusia di dalam perut ibunya, ⑵ Penulisan taqdir, ⑶ Penulisan ucapan dan perbuatan dia selama di dunia, ⑷ Pencabutan ruh, dan seterusnya Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia, Perantara Antara Allah Dan Antara Hamba hambanya Dari Kalangan Manusia. Diantara malaikat ada yang Allāh berikan tugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasūl. ◆ Ada diantara wahyu yang langsung diberikan oleh Allāh kepada seorang Nabi dan ada diantaranya yang melalui malaikat. Allāh berfirman وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ “Dan tidaklah Allāh berbicara kepada manusia kecuali wahyu yang diwahyukan secara langsung atau berbicara kepadanya dari balik hijab atau Allāh mengutus seorang malaikat utusan kemudian malaikat tersebut mewahyukan dengan izin Allāh apa yang Allāh kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” Asy-Syūra 51 ◆ Jibrīl adalah yang paling sering melaksanakan tugas ini. Allāh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ “Katakanlah, Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Jibrīl maka sesungguhnya dia telah menurunkan Al-Qurān atas hatimu dengan izin Allāh, membenarkan apa yang sebelumnya, petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman’.” Al-Baqarah 97 ◆ Dan terkadang selain Jibrīl juga turun membawa wahyu, sebagaimana ucapan Abdullāh Ibnu Abbās بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ هَذَا بَابٌ مِنْ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ، فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ، وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا، لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ “Ketika Jibrīl duduk bersama Nabi ﷺ tiba-tiba Jibrīl mendengar suara dari langit. Kemudian Beliau mengangkat kepalanya seraya berkata Ini adalah pintu di langit dibuka hari ini, belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini’. Maka turunlah dari pintu tersebut seorang malaikat. Kemudian Jibrīl berkata, Ini adalah malaikat turun ke bumi, dia belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini.’ Kemudian malaikat tersebut mengucapkan salam dan berkata kepada Nabi ﷺ Bergembiralah dengan 2 cahaya yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelummu, Fātihatul Kitāb yaitu Al-Fātihah dan ayat-ayat terakhir surat Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca 1 huruf dari keduanya kecuali engkau akan diberi’.” HR Muslim Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan manusia adalah, Menulis Amal Kebaikan Dan Kejelekan Manusia Allāh berfirman وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ ١٠ كِرَاماً كَاتِبِينَ ١١ “Dan sesungguhnya atas kalian ada malaikat penjaga yang mulia lagi menulis.” Al-Infithār 10-11 ◆ Jumlahnya ada 2 malaikat, kiri dan kanan untuk setiap manusia. Allāh berfirman إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ١٧ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ١٨ “Ketika 2 malaikat menulis di kanan dan di kiri senantiasa bersamanya, tidaklah ada ucapan kecuali ada malaikat yang mengawasi yang ditugaskan untuk itu.” Qāf 17-18 ◆ Mereka bertugas mencatat semua amalan manusia. Allāh berfirman وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا “Dan diletakkanlah kitab catatan maka engkau akan melihat orang-orang yang berbuat maksiat takut dengan apa yang ada di dalamnya dan mereka berkata Celaka kami, kitab ini tidak meninggalkan amalan yang kecil maupun yang besar kecuali ditulisnya.’ Dan mereka mendapatkan apa yang mereka amalkan hadir di depannya dan Rabbmu tidak menzhalimi seorangpun.” Al-Kahfi 49 ◆ Sampai niat dan kehendak yang ada di dalam hatipun, mereka tulis. Rasūlullāh ﷺ bersabda, قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ ، فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ ، فَإِنْ عَمِلَهَا ، فَاكْتُبُوهَا سَيِّئَةً ، وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، فَاكْتُبُوهَا حَسَنَةً ، فَإِنْ عَمِلَهَا ، فَاكْتُبُوهَا عَشْرًا “Allāh Azza wa Jalla berkata, Apabila hambaKu berkehendak untuk melakukan kejelekan maka janganlah kalian tulis. Kemudian apabila dia melakukan kejelekan tersebut maka tulislah satu kejelekan. Dan apabila dia berkehendak untuk berbuat baik kemudian tidak mengamalkannya maka tulislah satu kebaikan. Kemudian apabila dia mengamalkannya maka tulislah sepuluh kebaikan’.” HR Muslim ◆ Hikmah dari pencatatan ini adalah menunjukkan keadilan Allāh dan bahwasanya Allāh tidak menzhalimi manusia dalam ketaatan yang dia lakukan dan kemaksiatan yang dia kerjakan. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Ustadz Abdullah Roy Di kota Al-Madīnah Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS

beriman dengan amalan malaikat bagian 1