PuisiTentang Alam Pegunungan 1. Keindahan Alam Ini 2. Puisi Tentang Pegunungan 3. Keindahan Alam Indonesia 4. Sejauh Mata Memandang 5. Kenangan Abadi Alam Pegunungan Puisi Tentang Alam Pedesaan 6. Inilah Desaku 7. Puisi Panorama 8. Permainya Desaku 9. Hamparan Hijau Sawahku 10. Alam Pedesaan Puisi Tentang Pantai 11. Pantai 12. Puisi Pantai 13.
PuisiTentang Reboisasi. 18 Puisi Tentang HUTAN Indonesia 2 Bait, 3 Bait, Untuk Anak Sekolah - Klak Klik Bermutu. Buatlah puisi tentang bencana alam tanah longsor! Puisi Hidup Sehat - nggede.buzz. Laman 3 - Alamat: Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001, Dsn.Bandungan, Ds. Gedangan, Kec.
1 Di Sekitar Sungai Air beriak tenang Bayang-bayang pohonan teduh dan rindang Padang luas dan sawah terbentang Jalanan sepi dan damai Ketika matahari mulai terbenam Nun jauh di sana Di desa yang teduh dan tenteram Asap mengepul Dari dapur-dapur rumah yang tersembul Bapak, ibu, anak-anak Mereka semua sudah pulang Mandi dan memasak
Puisilama cenderung terikat pada beberapa kriteria seperti rima, irama, dan jumlah baris, sementara puisi baru tidak. Kita dapat membuat puisi dengan mengangkat berbagai macam tema seperti keindahan alam, bencana alam, musik, ibu, ayah, sampai isu-isu dalam kehidupan. Nah, berikut satu contoh puisi bertemakan bencana alam gempa bumi. Simak, yuk!
PUISIBENCANA ALAM BANJIR Oleh: Farida Iskandar banjir bandang tanah longsor menerjang pemukiman tanggul bocor air meluap anugerah dan bencana adalah kehendaknya kita mesti tabah menjalani pengungsi ditampung di posko relawan sigap membantu perjalanan menuju lokasi untuk salurkan bantuan bukanlah mudah butuh perjuangan yang tulus
DaftarIsi. 1 Kumpulan Contoh Puisi Tema Lingkungan. 1.1 Puisi Tentang Lingkungan Alam. 1.2 Puisi Tentang Lingkungan Sekolah. 1.3 Puisi Tentang Lingkungan Rumah. 1.4 Puisi Tentang Lingkungan Bersih. 1.5 Puisi Tentang Keindahan Lingkungan. 1.6 Puisi Tentang Pencemaran Lingkungan. 1.7 Puisi Tentang Sampah Lingkungan.
. Kumpulan puisi tentang banjir. Salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai adalah banjir, banjir sendiri ada dua macam banjir bandang yang biasa merusak lingkungan sebab bercampur dengan materi yang di bawah air bah tersebut, dan banjir biasa ketika adalah disaat air hujan atau air sungai bisa di ketahui pengertian banjir adalah suatu peristiwa yang terjadi, disaat aliran air yang berlebihan merendam daratan. atau banyaknya air yang mengalair deras, banjir biasa juga di sebut air yang meluap. dan umumnya banjir terjadi ketika musim dengan kata tentang banjir, dibawah ini adalah judul kumpulan puisi tentang banjir atau puisi bencana alam yang tentunya menceritakan tentang bencana banjir, adapun masing masing judul puisi tentang banjir antara banjirPuisi banjir lagiPuisi banjir IIPuisi gigil banjirPuisi banjir bandangPuisi bencana alam banjirPuisi bencanaSekitar tujuh judul puisi bencana alam tentang banjir, yang bisa jadi referensi untuk menulis puisi tema banjir ataukah puisi tentang banjir 3 biat 4 Puisi Tentang Banjir Puisi Bencana AlamBagaimana kata kata puisi tentang banjir dalam kumpulan puisi bencana alam tentang banjir yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak,Untuk lebih jelasnya tentang puisi banjir yang diterbitkan blog puisi dan kata bijak, disimak saja dibawah ini deretan bait bait puisi banjir dalam kumpulan puisi tentang banjir atau puisi bencana alam dibawah BANJIRMasih pagiKetika risau memugar elegiKenyataan getir berpijar lagiKuasa harap tak mau pergiPagi ku basahHujan menyiram dengan gelisahMenganak sungai tinggi dan resahMenanti reda dengan pasrah..Dingin merajaMembisu waktu tanpa bekerjaHanya membisu bermuram durjaSetangkup sirna berjumpa pujaTgPandanDes2014PUISI BANJIROleh Bambang PriyonoKarena ada banjiraku berpikirKarena berpikir banjiraku ternyata adakutulis syair-syairbukan tentang banjirkukirim lewat banjirmengapung sangat jauhmenuju bahtera nabi NuhNuh membuka jendela bahteramelepas seekor burung daramengambil puisi-puisikuNuh memandang jauh"Perjalanan masih jauhtak perlu keluh untuk merengkuh"PUISI GIGIL BANJIROleh Dadan FirdausAda yang turut basahDalam hujanDeras turunEntah, ia ataukah akuMenahan ngilu di biru memarkuSegenap kalimat hanyut bersama banjir...Tuan, Puan, nyanyikan perihal lagu senduDi sudut ibu kotakuAnyir, getir, nyinyirDan air mataCerita lama yang menyimpan lukaPuisi Banjir LagiOleh Husain IsmailDari balik jendelagerbong tiga keretayang menjalar malasdi atas jalur memelasBeragam kisah dukapemandangan Nusantaradaratan ku tenggelampulau harapanpun karamDerai air mata kaum tanisaksikan padinya matiratapi gubugnya yang hanyuttangisi ternaknya terenggutHarapan punah sia siajerih payah tiada gunamasa cerahtinggal mimpimasa panen telah pergiNegeriku menangis lagitanah air duka citapak taniku muram kiniair mata tumpah lagiDendang duka para pengungsikabar luka hari inibanjir bandang datang lagiseiring hujan yang tak hentiBengkulu,281116, Husain IsmailPUISI BANJIR BANDANGOleh Sang Banimereka sembunyikanjawaban teka-tekimengapa hutan plontoslalu hujan menghujam bumibanjir bandang tibabuyung besar memanjat pohonanak kecil berlari ketakutanterjerembab di perut lembahberhimpun di air rawanyawa tenggelam dalam lumpurPUISI BENCANA ALAM BANJIROleh Farida Iskandarbanjir bandang tanah longsormenerjang pemukimantanggul bocor air meluapanugerah dan bencanaadalah kehendaknyakita mesti tabah menjalanipengungsi ditampung di poskorelawan sigap membantuperjalanan menuju lokasiuntuk salurkan bantuanbukanlah mudahbutuh perjuangan yang tulusada yang harus didrop lewat udara....sepak terjang pahlawan tanpa tanda jasalayak diacungi jempolPUISI BENCANAKarya Hari Untoro Dradjatdatangnya bencanaseperti keinginan kitawalau kita tidak punya polabayangan akan terjadi sebelumnyajelas sudahkalau kita tidak pernah punya rencanamemilih tinggal di tanah bencanadi lingkaran cincin gunung berapikita sudah taukalau tanah ku initanah bencanasepakat kalau hujan banjirkalau panas hutan kebakarkita sudah sepakat tidak mempertanyakankalau harus pindah musti kemana...?kita tidak merasa sedih dan ibakita tidak merasa bersalah apalagi berdosa...?Tanah ku ini tanah bencanaleluhurku memilihkan tanah subur dan makmurleluhurku membangun candi Borobudurtidak pernah runtuh oleh bencanakalaupun melesak dan lapuk karena dimakan ada bencanajangan lagi bertanya..jangan lagi menyalahkan siapa siapakarena dibalik pertanyaan itu ada ulah manusiaapa mungkin manusia dan alam raya lupabertasbih sesuai dengan ketetapan juga Puisi Bencana Alam Tanah LongsorDemikianlah kumpulan puisi tentang banjir. Simak/baca juga puisi tema banjir yang lain dihalaman selanjutnya blog puisi dan kata bijak. Semoga contoh puisi tema banjir diatas dapat menghibur dan bermanfaat, Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya, Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Puisi alam telah menyapa adalah dereten bait bait puisi bencana alam atau puisi tentang bencana yang menceritakan akan kerusakan dari dampak bencana alam yang cerita puisi tentang bencana alam telah menyapa yang dipublikasikan berkas puisi apakah bercerita seperti puisi bencana alam tsunami atau puisi bencana alam tanah longsor ataukah berkisah seperti puisi tentang gempa dan lebih jelasnya puisi tentang bencana alam telah menyapa disimak saja bait bait puisi berjudul alam telah menyapa dibawah ALAM TELAH MENYAPAOleh Titis Arkadewi PanuluhMenjerit menggilaPekik alam menangisBumi bergoyang samba, dataran tinggi bergetarBergoncang!!!Lautan bergejolak, ombak menari menyapa beringasPuing-puing kota hanyut karena angkaraBanjir bah mewabah menjarah harta tuan-tuanMasihkah pongah?Pancang-pancang gedung tinggi menjulangBuah karya ambisi sepihakLubang menggenang pun hilangHotmix bertebaran tanpa resapanBukit-bukit mendatarGemelutuk geraham alam memamah geramLebur luluh lantakIsak sedu sedan meratapSesal terlambatAlam menjawab buas
Kumpulan contoh puisi banjir. Setelah berbagai macam puisi tentang bencana alam diterbitkan blog puisi dan kata bijak, maka untuk kali ini puisi bencana alam banjir atau puisi tema banjir yang menghiasi halaman contoh puisi tentang banjir ini diantaranya terinspirasi dari banjir jakarta dan juga terinspirasi dari bencana alam banjir bandang yang akhir akhir ini melanda Indonesia, yang diantaranya ditulis dalam bentuk puisi banjir 2 bait puisi banjir 4 bait dan banjir ialah insiden yg terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir biasa juga diartikan sebagai perendaman sementara oleh air di daratan yang umumnya tidak terendam berikut ini adalah daftar judul kumpulan contoh puisi banjir yang dipublikasikan blog puisi da kata bijak isi contoh puisi tema banjirPuisi banjir peringatan atau bencanaPuisi banjir IPuisi ketakutankuPuisi banjir yang dimainkanPuisi air banjirPuisi tangisan langitPuisi banjir IIPuisi melenggang banjir bandangPuisi dampak banjirSekitar lima puisi bertema banjir yang diantaranya bida dijadikan referensi sebagai contoh puisi banjir bersajak a-b-a-b atau puisi banjir anak sd kelas Contoh Puisi BanjirPada umumnya bencana banjir terjadi biasanya diakibatkan oleh volume air pada suatu badan air seperti sungai atau danau yg meluap atau menjebol bendungan sebagai akibatnya air keluar dari batasan alaminya. banjir juga biasanya terjadi didaerah dataran rendah. ketika hujan terus menerus turun tanpa bagaimana cerita puisi tema banjir atau puisi tentang banjir yang diterbitkan blog puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya tentang contoh puisi banjir, disimak saja deretan bait bait puisi tentang banjir dibawah PERINGATAN ATAU BENCANAKarya MS Sang MuhamBanjir banjir di mana manasejuta hikmat ada di sanaperingatan atau ancaman bagi kitapejabat hingga rakyat jelata sengsaraair yang meluap sebuah bencanaBarang hancur percumaair bah melanda kita tak bisa apa apapasrah berserah berurai air mataMengapa kita pongah sok istimewaberbuat suka suka acuhkan semua tata kramamenantang siapa saja merasa berkuasaKeadilan akan di tegakkan bagi siapa sajasupaya Yin dan Yang seimbang selamanyaBillymoonistanaku, Selasalegi, Febr 25-2020 = 0727 wibPUISI BANJIRBanyak yang terlihat nyinyirSusah-susah lewati airGenangan berpasirBanjirHampirLuapnya mampirDiiringi sang petirHujan memang bikin khawatirSudahlah sudah banyak berfikirHanya tersisa apkirNikmat sebulirBerairSumirMusim bergilirWaktu pasti berakhirIndahkan doa bukanlah sihir~Anda Las Puisi PatidusaPuisi KetakutankuOleh Afdal SaidKau pernah bilang kau suka airtapi kau melarikan diri ketika banjir datangKatamu kau suka hujan,Tapi kau murka pada langit saat hujan mengguyur bumi dan kau justru bersembunyi di bawah payungKatamu kau suka awan,Tapi kau gemetar ketika awan menutup biru juga pernah bilang bahwa kau suka angin,tapi emosimu tak karuan saat ramai angin datang yang paling aku takutkan di semesta ini yakniketika kau juga bilang kau YANG DIMAINKANOleh YS Sunaryobanjir dilempar-lemparmenampar wajah kekuasaanyang tak mampu mempertahankanrumah kehidupan resapan airdari hulu sampai hilirlantas aroma keruhnyadiminum menjadi mainansaling menenggelamkansedang anak-anak bersorakmainkan kecipak di atas beriakseolah mengalamatkan isyarattak pantas kail dijulurkandi musim deras hujandan subur air mataBandung, 1 Januari 2020Puisi Air BanjirOleh Mohamad SetiawanAir jernih bening indahAir kasih gula manisAir kasih racun bikin matiAir berubah mengikutinyaAir tumpah banjir jadi bencanaBanjir dimana manaItu ulah daripada airBegitulah kalau air marahBagaimana kalau seluruh alam semesta marahPasti bencana akan dimana manaSadarkah kita manusiaSemua perlu keseimbanganTidak boleh rakusTidak boleh semena menaAir yg begitu kecil bisa berbahayaJanganlah kita angkuh menyepelekanBelajarlah dari kejadian alamTANGISAN LANGITOleh Panji BhuanaTangisan langit mengharu biruMendera bumi tiada bersumbuMerentang panjang di gurit waktuMendekap lekang banjir menderuTangisnya menggugah tidur malam ibuIbu mengurut dada piluApakah salah dan dosa anak-anakkuSehingga tangisanmu mengoyak kalbuHingga beberapa hari tangisanmu tak jua redaMenjadikan malam rasa gelap gulitaTanpa temaram dan bias cahayaSemakin kelam tangisanmu tak mampu di rabaIbu mendesah terejam gelisahKarena tangisanmu kian mewabahMemporak-poranda ranting yang patahIbu hanya mampu tengadahMemanjatkan doa melebur resahMemohon petunjuk pemilik TitahSemoga kita dapat mengambil hikmahAtau segala laku dan tingkah polahMenjadi pengalaman baru atas sebuah kisahMenata diri di dalam mengejawantahKotaku air menggenang dari hilir hingga ke huluTak mampu di tolak atau membantah titah MuSemua menerima pasrah atas kehendak MuSebagai hikmah atas ujian dari MuBekasi, 05 Januari 2020PUISI BANJIRKarya Hari Untoro Dradjataku masih raguapa ucapan tegas muapa tindakan yang nyatadi tengah banjir melanda Ibu pun menjadi saksitiada ucapan yang cuma cumagratis tanpa harus membayarnyakatika berbicara lemah gambaran putihtanpa noktah setitikpun celajikalau ada bintik noda hitamada rasa berbalik arahmenusuk ke relung hukum semestayang kehilangan akan memperolehyang siap ikhlas menabung amalyang bicara siap melaksanakanucapan dari bibir menggetarkanmulut hanya sejengkal dari kepala dan dadawalaupun hanya sejengkal dari akal dan rasabatin tiada pernah salah Banjir BandangOleh Linda AqaisaSeperti daun yang dilumat ulatSeperti kayu dilahap apiSeperti debu yang melebur bersama anginSeperti itu, banjir bandang melenggangBergejolak melaju deras dengan amarah membaraMencabik-cabik sudut alamDi antara gemuruh isak tangisMata nanar penuh lukaSendu meratapi takdirMenatap semesta yang berdukaTerendam dalam kubangan air keruhBerlumpur bermaterialMenjalari bongkahan tanah, meretasMenjebak insan dan hewan di pusara banjir yang berbatuGemericik hujan basahi sepenggal asa yang pongahMenjadi monster yang menelan hutan dan DAS di huluKerusakan alam oleh kebodohan manusiaAdalah sebab kemurkaan TuhanBila tiada rasa sayang pada semesta rayaJangan harapkan ia menjadi pesona di matamuPUISI DAMPAK BANJIROleh Sajak Kerinduancacian dan makianAdalah satu kehebatan manusiaMereka tidak mau di salahkan karena hidup hegemonis dan glamourMereka tak jua mau di salahkanHingga mencari siapa yang di salahkanMereka mencaci segelintir orangMereka memaki orang orang yang tak sejalan dengannyaInilah indonesiakuSemua ini adalah bencanaTanda peringatan dari sang kuasaKalian masih saja menyalahkan manusia lain, sementara kalian hidup bergelimang dosa, asik dengan hal menyenangkan diriMencari hiburan dengan berkaraoke hingga masuk kamarokeWahai sahabat.......Menyalahkan orang lain adalah tanda ketidak mampuannya sebagai leaderWahai sahabatDiamlah ......Renungi apa yang terjadi sebagai peringatan dari sangkakala bahwa kehancuran bisa saja lebih mengerikan jika kita tak jua bersyukur atas napas kehidupanWahai sahabat........Jangan salahkan orang lain karena mereka juga manusia biasaWahai sahabat .......Bersyukurlah kepada tuhanmuAtas peringatan atas perilaku kitaAgar kita menjadi lebih baik dengan kembali kejalan yang di ridhaiBaca juga Kumpulan Puisi Renungan Tentang Bencana Alam Gempa Dan TsunamiDemikianlah kumpulan contoh puisi banjir. Simak/baca juga puisi patidusa yang lain di blog ini. Semoga puisi bertema banjir di atas menghibur dan bermanfaat, Sampai jumpa di artikel puisi tentang banjir selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
– Bencana alam adalah suatu kejadian yang dapat mengganggu dan mengancam kehidupan masyarakat yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor alam maupun manusia itu sendiri. Bencana alam dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian harta, kerusakan lingkungan, hingga dampak psikologis yang disebut trauma. Daftar Isi Puisi Tentang Bencana Alam Kenapa Hukum Alam Banjir Bencana Terkirim Bumi dan Gunung Mengingat adanya bencana alam yang kerap terjadi, maka hal ini bisa dituangkan ke dalam bentuk puisi bencana alam di bawah ini. Kenapa Kenapa kini sungai menjadi kering Dan bumi terlihat rapuh Hingga mengeruh Bumi usia senja Di sana, ada kehidupan Namun menjadi lusuh karena serakahnya manusia Hutan mulai botak Hijaunya alam pun menjadi cokelat Di sana, tanah subur mulai gersang Kita salah Kita rusak alam Tapi tak pernah mawas diri Dan berkaca siapa kita Hukum Alam Air yang menyerang Bukan keputusan Tuhan Bukan Tuhan yang kejam Dan kita salahkan Tuhan Ketika banyak nyawa yang menumpuk Ketika kita lupa Alam sudah tercipta Kini menjadi kosong Alam adalah sahabat Sahabat hidup kita Ketika kita lupa Tangan tangan serakah merenggutnya Merenggut alamnya asri Masih lupa? Dengan pohon-pohon yang kau renggut Hingga hutan menjadi tandus Masih lupa? Dengan sampah yang berserakan Karena tingkah lakumu Hingga semua keruh dan banjir Ingatlah Penting untuk sadar Jangan menunggu bencana Ini adalah peringatan Tuhan Agar kita ingat Banjir Air begitu deras Memenuhi daratan yang gersang Awan bergemuruh Kilat bercahaya Ranting-ranting tak melambai Melainkan terhempas acak Sampah menjadi hanyut Muara tertutup benda-benda aneh Rawa teronggok sampah Semuanya gunung sampah Bau tak sedap bukan salahnya Air sudah tak bisa ditahan Daratan kini penuh beton dan aspal Tak ada lagi akar Tak ada lagi yang menahan Air memenuhi daratan Rumah tergenang Rumah tenggelam Ingatkah kita Sadarkah kita Bahwa sampah adalah sumbernya Bencana Terkirim Pohon-pohon ditebangi tanpa ampun Seperti air yang mengalir deras Kemarahan dari Sang Pencipta Hingga semua umatnya berlari ketakutan Entah bersembunyi di mana lagi Tak peduli siapa saja Yang penting ia selamat Tangisan pun tertumpah seperti air dari langit Tanpa perubahan Letusan gunung pun juga menyertai Bencana kini terjadi Kita hanya terpaku menyaksikan Laut meronta Gunung dingin Negeri mulai gelisah Kita memohon pada Sang Pencipta Jangan sampai terjadi lagi Ini adalah cobaan Atau peringatan? Sekuat hati meyakinkan diri Kita hanya manusia Bukan dewa bukan malaikat Tak luput dari dosa dan khilaf Beri damai pada kami Kau Sang Pencipta Dan Pengampun Langkah kaki bergetar Dari kegetiran alam Apa ini teguran? Teguran tak tertawar Semoga perjuangan tak sia-sia Bumi dan Gunung Tak dapat diduga Ketika mala petaka tiba Kita hanya meratap sedih Hilang segalanya Keluarga dan orang tercinta Harta pun iya Lari ke sana kemari Tak sempat apa yang dibawanya Kecuali orang yang dicinta Kini sudah terjadi Apa lagi yang dipungkiri Tobat? Sesal? Keyakinan? Hari ini terlambat Asa Untuk kita semua Bantuan demi bantuan berdatangan Dari tangan-tangan yang memegang erat harta Kebijaksanaan Bukan bulu bukan suku Yang dipandang Karena kita semau sedang pilu Juga sembilu menghampiri Ketika pulang Kita lihat semua beriang Dengan sebuah mimpi Sebagai teduhnya kita Tuk bertahan hidup Kita semua butuh Semoga kita semua Jauh dari musbiah Semoga bumi ini cepat sembuh Jasmani dan rohani kita terjaga Untuk selalu tabah Daftar Isi Puisi Tentang Bencana Alam KenapaHukum AlamBanjirBencana TerkirimBumi dan Gunung
Puisi Tentang Bencana AlamUnsur-Unsur PuisiUnsur intrinsikUnsur ekstrinsikKumpulan Puisi Tentang Bencana Gempa BumiPuisi tentang Bencana Alam BanjirPuisi tentang Bencana Alam TsunamiPuisi Bencana Alam Gempa Bumi Puisi Tentang Bencana Alam – Puisi adalah bentuk sastra yang memiliki aturan-aturan tertentu, seperti irama, mantra, rima, baris, dan bait dan juga dapat diartikan sebagai ekspresi emosi, imajinasi, ide, pemikiran, irama, nada, tata bahasa, perumpamaan, kesan yang diberikan melalui indera, dan perasaan. Jenis Puisi adalah bentuk ekspresi yang memperhatikan aspek suara di dalamnya, serta merupakan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya serta dikemas dengan teknik tertentu sehingga dapat menimbulkan pengalaman tertentu pada pembaca atau pendengarnya. Puisi tentang bencana alam adalah puisi yang menggambarkan atau menceritakan tentang bencana alam yang terjadi, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kebakaran hutan, dan sebagainya. Bencana alam merupakan suatu kejadian yang tidak terduga dan sangat membahayakan bagi kehidupan manusia. Puisi tentang bencana alam biasanya menggambarkan perasaan atau emosi penulis tentang bencana alam tersebut, seperti kekhawatiran, kecemasan, ataupun rasa sedih. Unsur-Unsur Puisi Puisi memiliki dua unsur penting yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut adalah ulasan singkatnya. Unsur intrinsik Unsur intrinsik puisi adalah elemen-elemen yang terkandung dalam puisi dan mempengaruhi puisi sebagai karya sastra. Yang termasuk unsur intrinsik puisi adalah diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema. 1. Diksi atau pemilihan kata. Dalam membuat puisi, penyair harus memilih kata-kata dengan cermat dengan cara mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, posisi kata di tengah konteks kata lainnya, dan posisi kata dalam puisi secara keseluruhan. 2. Imaji atau daya bayang. Imaji atau daya bayang dalam membuat puisi adalah penggunaan kata-kata yang konkret dan khas yang dapat menimbulkan imaji visual, auditif, atau taktil. 3. Majas atau gaya bahasa. Majas atau gaya bahasa atau bahasa figuratif dalam puisi adalah bahasa yang digunakan penyair untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak biasa atau dengan menggunakan kata-kata yang bermakna kiasan atau lambing. 4. Bunyi. Bunyi dalam puisi mengacu pada penggunaan kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu. 5. Rima. Rima adalah persamaan bunyi atau pengulangan bunyi dalam puisi yang bertujuan untuk menimbulkan efek keindahan. 6. Ritme. Ritme dalam puisi mengacu pada dinamika suara dalam puisi agar tidak terasa monoton bagi pengikut puisi. 7. Tema. Tema dalam puisi mengacu pada ide atau gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisinya. Unsur ekstrinsik Unsur ekstrinsik puisi adalah elemen-elemen yang berada di luar puisi dan mempengaruhi keberadaan puisi sebagai karya seni. Adapun yang termasuk dalam unsur ekstrinsik puisi adalah aspek historis, psikologis, filosofis, dan agama. 1. Aspek historis Mengacu pada elemen-elemen sejarah atau gagasan yang terkandung dalam puisi. 2. Aspek psikologis Mengacu pada aspek kejiwaan penulis yang tercermin dalam puisi. 3. Aspek filosofis. Beberapa ahli menyatakan bahwa filosofi sangat erat kaitannya dengan puisi atau karya sastra secara keseluruhan dan beberapa ahli lainnya menyatakan bahwa filosofi dan karya sastra, dalam hal ini puisi, tidak saling terkait satu sama lain. 4. Aspek agama Dalam puisi mengacu pada tema yang umum ditangani oleh penulis dalam puisi. Kumpulan Puisi Tentang Bencana Gempa Bumi Puisi tentang Bencana Alam Banjir 1. Rintih Bermain Air Anak kecil disamping rumah, Dengan ceria bermain air, Menyepak dan menyembur, Berlari dan berenang. Awalnya aku terpukau, Tapi kenyataan berkata lain, Mereka sejatinya tengah merintih, Tertawa dalam tangisan. Pedih, mengiris dan duka, Penyakit mengintai mereka, Berada di sekeliling mereka, Bahwa itu adalah bencana. Bersabarlah sayang, Maafkan Mereka, Jadilah anak yang setia, Untuk menjaga alam semesta, Kala kau beranjak dewasa. Jangan kau sesali, Aku tahu kau belum mengerti, Aku paham kau masih buta dan tuli, Namun inilah yang terjadi, Jadikan cobaan alam sebagai penyadar diri. 2. Ketika Sungai Berang Setiap pagi kau mandi disana, Begitu pula sorenya, Bila masa kau libur, Puluhan helai kain kau cuci, Hingga pulang menyisakan buih. Namun, sampah itu kau biarkan, Mengalir dan terus mengalir, Hingga menyumbati alirannya, Sampai masanya kau sadar, Bahwa air telah berang. Jangan kau sesali, Sesungguhnya ada suatu muak, Rasa sabar yang habis, Tertelan keegoisan manusia, Tanpa ada peduli dan mau menjaga. Rasakanlah, Kala genangan membuatmu sulit, Untuk berpijak dan melangkah di rumah. Belajarlah, Bahwa apa yang tanah, Itulah yang kan dipetik. Ketika air sudah berang, Meluluhlantakkan yang dilewati, Menghancurkan yang diterpa, Hingga bisanakan yang kau sayangi. Belajarlah. Puisi tentang Bencana Alam Tsunami 1. Gelombang Amarah Aku mendengar, ribuan isak tangis, Menyaksikan, muka-muka penuh haru, Melihat, anak kecil menukik mencari ibunya, Tersentuh, kala menyentuh tangan mereka berdebu, Tak terasa, air mataku mengalir jatuh. Mereka meronta, mereka belum siap, Menerima memori yang senyap, Ketika gelombang laut menghantam daratan, Kemana hendak berlari? Kemana akan sembunyi? Pilu, begitu menyayat hati. Mayat-mayat bergelimpangan, Tak jelas status dan asalnya, Begitu luka mencabik asa, Jutaan do’a terkirim sudah, Dari seluruh penjuru dunia. Ya Allah, begitu berat cobaan ini, Begitu menangis negeri ini, Atas sisa yang diciptakan Tsunami, Meninggalkan luka yang ternaung sepi. Ya Allah, maafkan mereka, Maafkan jasad yang terdampar, Maafkan mayat yang tercerai, Maafkanlah negeri ini, Hanya pada-Mu, Yang Maha Pemberi. 2. Melebur Asa Semua berubah, Setelah ombak itu menggulung, Menghantam dalam-dalam, Menitip luka pada relung. Semua jadi berbeda, Selepas gelombang melanda, Meluluhlantakkan semua cerita, Yang tertinggal hanyalah do’a. Semua menghilang, Sesudah laut Tuhan murka, Menyuruh mereka untuk pulang, Serta meleburkan secercah asa. Semua terlihat murung, Menikmati pilu yang dirudung, Menyirnakan seluruh impian, Yang indah di masa depan. Semua mengutuk diri, Atas apa yang telah terjadi, Hanya ratapan penggetar bumi, Dari tanah Ibu Pertiwi. Oh, Tsunami. Puisi Bencana Alam Gempa Bumi 1. Bumi Bergetar Ketenangan malam, Yang dingin dan mencekam, Lampu kamar mulai padam, Berbaring dengan mata terpejam. Belum lama raga melayang, Aku tersentak dengan tegang, Merasakan bumi yang berguncang, Kuberlari terluntang-luntang. Bumi terasa amat menakutkan, Dingin dan pucat menyelimuti badan, Ke luar rumah, dari dalam ruangan, Meluluhlantakkan segenap kedamaian. Bumi bergetar, alam menggelegar, Sejenak hilangnya suatu tegar, Membayangkan asa yang kan pudar, Bunga-bunga gagal mekar. Oh Tuhan, Ada apa dengan Bumiku? Apakah dia marah? Kenapa jadi sangar? Oh Tuhan, Maafkan Kami. 2. Datang Tak Diundang Pagi itu, Cuaca begitu cerah, Sinar Surya bersinar sumringah, Hingga rasa dan selera tergugah. Kulangkahkan kaki keluar rumah, Menjemput rezeki dari Allah, Meninggalkan rasa untuk menyerah, Menuju masa depan yang cerah. Namun, tiba-tiba saja, Ada tamu tak diundang, Datang kala ku ditengah perjalanan, Bumi bergetar dan berguncang, Sontak mengagetkan umat waktu siang. Semua berlari terluntang-lanting, Situasi begitu genting, Panik, cemas dan takut, Bercampur aduk dalam satu waktu. Gempa bumi, Kau adalah tamu tak diundang, Tanpa isyarat dan tanda, Terpaksa kami menghadang, Meski akhirnya menyisakan luka. Demikian ulasan mengenai Kumpulan Puisi Tentang Bencana Alam Lengkap, semoga mudah kalian pahami dan resapi, serta bisa menambah wawasan buat kalian yang sedang mencari puisi dengan tema bencana alam. Semoga bermanfaat 0
Puisi Gempa Bumi atau puisi bencana alam gempa, bagaimana kata kata bencana dalam bait puisi tentang gempa bumi, atau puisi bencana alam yang dipublikasikan berkas lebih jelasnya, disimak saja berikut ini deretan bait puisi tentang gempa bumi atau puisi tentang bencana Gempa BumiOleh NNJerit dan tangis terdengar di mana-manaOrang-orang segera berlariKe sana dan ke siniKarena merasa ada gempa bumiIsak tangis terdengar pulaSetelah orang-orang keluarDari sana berlariYang terpentingJiwa, raga, dan keluarga selamatDari gempa bumiTuhan, mengapa Engkau menurunkanbencana di mana-manaMungkinkah kamibanyak melakukan kesalahan?Guncangan-Mu begitu sederhana,sudah cukup dan berlebihan bagi jiwa kami,meluluh lantakkan harta yang engkau titipkan,mengambil jiwa yang engkau amanahkan,Tuhan maafkan kami yang hilang dari serambi masjid,lupa dengan kursi gereja, pura-pura lupa mengirimpengampunan kepada-MuTuhan beri kami sedikit waktusedikit saja, untuk bertobat dan tidak pernah lagikehilangan arah,arah menuju diri-MuDemikianlah puisi bencana alam tentang gempa bumi, baca juga contoh puisi bencana atau bencana alam gunung meletus telah diterbitkan sebelumnyaSemoga puisi bencana alam tentang gempa bumi dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi gempa bumi di indonesia atau puisi puisi bencana alam sedih.
puisi tentang bencana alam